Isu pencemaran limbah kotoran hewan (kohe) dari aktivitas peternakan sapi di Kelurahan Cipari kembali mencuat. Setelah hujan deras melanda, aliran sungai di kawasan Purwawinangun terpantau keruh dan tercemar, sehingga memicu keresahan warga.
Pemerintah daerah melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLHK) menegaskan bahwa masalah kohe bukanlah persoalan sederhana. Dibutuhkan perencanaan matang dan biaya yang besar agar bisa diselesaikan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Tantangan Anggaran dan Kebutuhan Infrastruktur
Kepala DLHK Kuningan, Usep Sumirat, menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat yang terdampak. Ia menekankan bahwa solusi ideal adalah pembangunan infrastruktur khusus, seperti sistem pipanisasi dan unit pengolahan limbah modern.
Namun, keterbatasan anggaran daerah menjadi kendala utama. Untuk itu, pemerintah mendorong adanya kolaborasi lintas sektor agar pengelolaan limbah sapi dapat berjalan efektif.
Peran Strategis Koperasi Susu dalam Pengelolaan Limbah
Dalam upaya menjaga kualitas lingkungan sekaligus mendukung produktivitas peternak, keberadaan koperasi susu dinilai sangat penting. Koperasi tidak hanya menaungi para peternak sapi perah, tetapi juga bisa menjadi penggerak dalam penerapan manajemen limbah yang lebih disiplin.
- Kualitas susu tetap terjaga karena peternakan dikelola secara higienis.
- Dampak pencemaran sungai berkurang sehingga warga sekitar tidak lagi dirugikan.
Ketua Koperasi Produsen Karya Nugraha Jaya Kuningan, Iding Karnadi, menyatakan bahwa pihaknya siap bekerja sama dengan pemerintah daerah. Salah satu langkah yang direncanakan adalah pengangkutan padatan kohe secara rutin agar tidak menumpuk dan mencemari lingkungan.
Dukungan Masyarakat dan Forum Lokal
Forum Masyarakat Kuningan (FORMATKU) menyambut baik respons cepat pemerintah yang langsung turun ke lapangan. Meski begitu, warga berharap agar solusi yang ditawarkan tidak berhenti pada rapat koordinasi, melainkan diwujudkan dalam tindakan nyata yang bisa dirasakan langsung.

Sinergi untuk Lingkungan dan Peternakan Berkelanjutan
Penyelesaian masalah pencemaran kohe di Kuningan membutuhkan sinergi semua pihak: pemerintah daerah, koperasi susu, para peternak, dan masyarakat. Dengan kerja sama yang solid, persoalan limbah bisa dikendalikan sehingga lingkungan tetap bersih dan usaha peternakan sapi perah tetap produktif.
Langkah ini tidak hanya bermanfaat bagi keberlanjutan ekosistem, tetapi juga mendukung reputasi koperasi susu di Kuningan sebagai lembaga yang peduli pada kualitas produk dan kelestarian lingkungan.

